Rabu, 26 Desember 2012

Teori Jean-Jacques Rousseau

Jean-Jacques Rousseau (1712-1778)
Rousseau yang hidup pada tahun 1712-1778 mengembangkan pemikiran bahwa pendidikan dilakukan dengan menggunakan pendekatan alami yang disebutnya sebagai pendekatan naturalistik. Pendidikan naturalistik membiarkan anak tumbuh tanpa intervensi dengan cara tidak membandingkan anak satu denagn anak lain serta memberikan kebebasan anak untuk mengeksplorasi tanpa membahayakan diri sendiri dan orang lain.

TEORI YANG DI KEMUKAKAN
Filsuf dan pendidik jean-jacques Rousseau mengemukakan ide-ide yang berkaitan dengan paham romantism di antaranya sebagai berikut:
1) Manusia dilahirkan secara alami semuanya baik :
  • Dalam paham romantic menunjukan bahwa manusia secara alami terlahir baik, jujur, dan penuh kasih . jika mereka ternyata jahat, tidak jujur, dan penuh kebencian.itu karena pendidikan dan lingkungan masyarakat telah menyesatkan mereka .Tujuan utama pendidikan adalah untuk membnatu anak tumbuh secara alami di bawah bimbingan yang baik.

2) Tujuan pendidikan adalah untuk meningkatkan kemampuan anak-anak itu sendiri:
  • Pendidikan adalah untuk meningkatkan Individu itu sendiri,sehingga pada akhirnya dapat mewujudkan masyarakat yang baik.dalam nilai romantic kebahagiaan dan kebebasan individu lebih tinggi dari apapun,oleh karena itu penulis paham romantic menolak kalimat yang menyatakan bahwa pendidikan untuk mempersiapkan anak dalan bidang perekonomian atau masyarakat ,atau lebih dari itu seperti tujuan-tujuan politik dan sosial melainkan untuk pertumbuhan pribadi anak itu sendiri,Rousseau menyatakan bahwa’’pendidikan lebih mengembangkan kemampuan yang ada diri pada individu itu sendiri tidak terhadap apa yang tidak ada bagian dari dirinya.’’
3) Anak belajar secara langsung apa yang ia pelajari
  • Pendidikan bertujuan untuk mengembangkan potensi yang dimiliki anak, pelaksanaan pembelajaran akan bermakna jika merupakan hasil dari pengalaman atau refleksi pengalaman pribadi secara langsung .anak-anak secara alami memiliki rasa ingin tahu dan akan berusaha untuk mencari tahu jawabannya melalui bantuan campur tangan orang dewasa .seorang guru harus mendorong mereka untuk bertanya ,memecahkan masalah yang mereka hadapi.Rousseau menyarankan bahwa’’pendidikan bukanlah untuk bisnis ,atau mengajarkan berbagai ilmu –ilmu ,tetapi untuk memberi rasa bagi mereka melalui metode pembelajaran yang membuatnya merasa lebih dewasa.
4) Tidak ada perangkat kurikulum
  • Mengisi pikiran anak-anak dengan menampilkan inti tujuan akademis dengan tidak memisahkan mereka dari dunia nyata yang merujuk pada subjek pembelajaran akan lebih disukai ,dengan demikian Rousseau menyatakan ‘’anak harus diajarkan oleh pengalaman sendiri, seorang guru memberikan masalah kepada siswa namun siswa harus menemukan solusinya,melek huruf dan tujuan kompetensi yang dapat mereka peroleh dalam perjalanan belajar berbeda dengan pendidikan formal.
5) Pendidikan harus berlangsung dalam dunia nyata
  • Lingkungan pendidikan di dalamnya mencakup anak,masyarakat dan lingkungan sekitarnya ,anak belajar dengan bimbingan orang dewasa .Lingkungan geografis akan mengarahkan dia dalam perkembangan moral dan intelektual ,perkembangan tersebut akan dimulai dari kota tempat tinggal untuk mengetahui seperti apa hidup ini sebagai contoh seorang anak harus berada diantara orang miskin sehingga ‘’penderitaan ,keluhan akan membuatnya merasakan menderita dan ia akan belajar pengalaman tersebut.
6) Kelulusan ,persaingan ,dan pemberian penilaian ,menghambat perkembangan pribadi.
  • Tingkat keleluasan anak yang diukur berdasarkan standar-standar ekstrnal, cara seperti ini dianggap gagal untuk menghormati individualitas mereka,penilaian yang diberikan guru terhadap anak menunjukan makna yang mereka miliki ,mendorong anak untuk mengukur diri dan membandingkan dengan anak lain daripada mengikuti keinginan sendiri.Penilaian menunjukan bahwa seseorang memuaskan dan memenuhi standar dibandingkan dengan yang lain,mereka tidak mempelajari apa yang seharusnya dipelajari unutk mereka sendiri.

Selasa, 25 Desember 2012

Sekolah Montessori

Sekolah Montessori di Malang di tahun 1935
 
Gedung sekolah Montessori di Malang di sekitar tahun 1930

Piaget


Maria Montessori



Howard Gardner


Teori Kecerdasan Howard Gardner

Teori Kercerdasan Howard Gardner
Howard Gardner lulus summa cum laude pada tahun 1965. Ia masuk program doktor Harvard pada tahun 1966, dan pada tahun berikut menjadi bagian dari tim Nol Proyek penelitian tentang seni pendidikan (dimana sampai sekarang ia masih terlibat).
Howard Gardner menyelesaikan PhD pada tahun 1971 (disertasinya adalah kepekaan gaya pada anak-anak). Dia tetap di Harvard. Buku yang pertama dia terbitkan adalah The Shattered Mind muncul di tahun 1975. Howard Gardner saat ini sebagai Hobbs Profesor Kognisi dan Pendidikan di Harvard Graduate School of Education.
Prof. Dr.Howard Gardner mengemukakan 9 kecerdasan yaitu:
  1. Inteligensi linguistik ( Linguistic intelligence)
    • Kemampuan untuk menggunakan dan mengolah kata – kata secara efektif baik secara oral maupun secara tertulis
    • contohnya pencipta puisi, editor , jurnalis, dramawan, sastrawan, orator Tokoh terkenal seperti : Sukarno, Paus Yohanes Paulus II, Winston Churhill.
  2. Inteligensi matematis-logis ( Logical – mthematical intelligence )
    • Kemampuan ini berkaitan dengan penggunaan bilangan dan logika . Jalan pikiran bernalar dengan mudah mengembangkan pola sebab akibat .
    • contohnya matematikus, programer, logikus.    Tokoh terkenal seperti : Einstein ( ahli fisika ), Habibie ( ahli pesawat )
  3. Inteligensi ruang (Spatial intelligence )
    • Kemampuan untuk menangkap dunia ruang visual secara tepat dan kemampuan untuk mengenal bentuk dan benda secara tepat serta mempunyai daya imaginasi secara tepat.
    • contohnya pemburu, arsitek, dekorator. Tokoh terkenal seperti Sidharta ( pemahat ), Pablo Pacasso ( pelukis )
  4. Inteligensi kinestetic-badani (bodily- kinesthetic intelligence )
    • Kemampuan menggunakan tubuh atau gerak tubuh untuk mengekspresikan gagasan dan perasaan .
    • contohnya aktor, atlet, penari ahli bedah. Tokoh terkenal seperti : Charlie Chaplin ( pemain pantonim yang ulung ), Steven Seagal ( actor )
  5. Inteligensi musikal ( Musical intelligence )
    • Kemampuan untuk mengembangkan , mengekspresikan dan menikmati bentuk – bentuk musik dan suara, peka terhadap ritme, melodi, dan intonasi serta kemampuan memainkan alat musik.
    • contohnya komponis .Tokoh terkenal seperti Beethoven, Mozart.
  6. Inteligensi interpersonal  ( Interpersonal intelligence )
    • Kemampuan untuk mengerti dan menjadi peka terhadap perasaan , intensi, motivasi, watak, temperamen orang lain.
    • Kemampuan yang menonjol dalam berelasi dan berkomunikasi  dengan berbagai orang.
    • contohnya komunikator, fasilitator. Tokoh terkenal Mahatma Gandhi ( tokoh perdamaian India ), Ibu Teresa ( Pejuang kaum miskin )
  7. Inteligensi intrapersonal  ( Intrapersonal intelligence )
    • Kemampuan berkaitan dengan pengetahuan akan diri sendiri dan kemampuan untuk bertindak secara adaptif berdasar pengalaman diri serta mampu berefleksi dan keseimbangan diri, kesadaran tinggi akan gagasan – gagasan . Mereka mudah berkonsentrasi  dengan baik, suka bekerja sendiri dan cenderung pendiam
    • contohnya para pendoa batin.
  8. Inteligensi lingkungan / naturalis (  Naturalist intlligence )
    • Kemampuan untuk mengerti flora dan fauna dengan baik, menikmati alam, mengenal tanaman dan binatang dengan baik.
    • Tokoh terkenal Charles Darwin

  1. Inteligensi eksistensial  (  Exixtential  intlligence )
    • Kemampuan menyangkut kepekaan dan kemampuan seseorang untuk menjawab persoalan – persoalan terdalam keberadaan atau eksistensi manusia.
    • contohnya persoalan mengapa ada, apa makna hidup ini. Tokoh terkenal seperti Plato, Sokrates, Thomas Aquina.